Sabtu, 04 Februari 2012

5 Cara atasi Tenggorokan

KOMPAS.com - Jika tenggorokan terasa kering, bengkak dan sakit saat menelan, mungkin Anda sedang mengalami radang tenggorokan. Sakit atau radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek atau flu.

Sakit tenggorokan biasanya akan sembuh dengan sendiri, meski pada beberapa kasus ada yang berkembang menjadi serius. Namun Anda tidak perlu cemas. Ada beberapa cara pengobatan sederhana yang mungkin bisa Anda coba lakukan di rumah, seperti dikutip Healthcastle berikut ini:

1. Minum madu
Madu dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, meski sampai saat para ahli belum sepenuhnya memahami cara kerja dari makanan ini. Namun yang pasti, madu mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Cara penggunaannya: campurkan 1-2 sendok makan madu ke dalam secangkir air panas.
 
2. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air garam dapat mengurangi radang pada tenggorokan. Kenapa? Karena garam dapat menarik air keluar dari membran sel, sehingga cukup efektif mengurangi bengkak dan peradangan akibat sakit tenggorokan. Cara menggunakannya: tambahkan setengah sampai satu sendok teh garam untuk secangkir air hangat, dan berkumur dengan air campuran ini setidaknya sekali setiap jam.

3. Teh hijau
Sebuah riset menunjukkan bahwa peserta penelitian yang menggunakan ekstrak teh hijau mengalami peningkatan respon imunitas karena mereka dapat mengeluarkan hormon interferon, yang mampu melawan virus. Untuk hasil yang lebih baik, Anda dapat menambahkan madu ke dalam secangkir teh hijau.
 
4. Cuka sari apel
Meski tidak bisa menemukan bukti ilmiah tentang cara kerjanya, tetapi banyak orang mempercayai khasiatnya. Cara menggunakan: Campurkan satu sendok makan cuka sari apel dalam secangkir air hangat, kemudian dikumur dan telan.

5. Pertimbangkan mengonsumsi vitamin D
Sebuah riset pada 2007 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen Vitamin D setiap hari tiga peluangnya lebih kecil mengalami gejala pilek dan flu. Dengan kata lain, jika Anda mengonsumsi vitamin ini, maka daya tahan tubuh akan membaik dan gejala sakit tenggorokan berkurang.

Perlu diingat, semua cara di atas sebaiknya dilakukan sebelum sakit tengorokan Anda parah.  Bila sakit tak kunjung membaik dalam tiga hari, saatnya bagi Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

LUPA-LUPA INGAT


JAKARTA, KOMPAS.com  Demensia umumnya dialami orang yang sudah berusia lanjut (lansia). Pemicunya adalah penurunan kemampuan fungsi otak sehingga melemahkan daya ingat. Maka dari itu, banyak lansia yang cenderung sering lupa, seperti lupa makan, lupa minum obat, lupa nama kerabat, atau bahkan lupa menyebut namanya sendiri.

Meski penyakit ini identik dengan faktor usia, masih ada cara pencegahannya. Namun, itu hanya bertujuan mengurangi laju kemunduran daya ingat. "Jadi, bukan berarti bisa menghilangkan datangnya demensia," kata Mulyadi Tedjapranata, Direktur Medizone Clinic, Jakarta.

Banyak cara meningkatkan daya ingatan di kalangan lansia. Salah satunya dengan menjalankan gaya hidup sehat sejak dini. Gaya hidup sehat ini meliputi kebiasaan tidur, makan, dan pengendalian berat badan.

Dalam hal makanan, sebagai contoh, jangan mengonsumsi lemak berlebihan. Konsumsi lemak berlebihan bisa menyebabkan gangguan sistem peredaran darah atau kardiovaskular yang berpotensi menimbulkan demensia.

Aktif bersosialisasi dengan lingkungan sekitar juga bisa mengurangi risiko kehilangan daya ingat. "Saat bersosialisasi kita tidak hanya mengingat yang pernah terjadi, tapi juga ada hal-hal baru yang dipelajari. Jadi, memberi penyegaran bagi otak," kata Rocsky Situmeang, dokter spesialis saraf di Siloam Hospital Karawaci.

Cara lain yang efektif meningkatkan daya ingat adalah rajin mengasah otak. Makin dilatih, otak kita pasti makin tajam. Melatih otak bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aspek kognitif, seperti membaca buku, mendengarkan musik, hingga menonton film. 

"Bisa juga lewat permainan mengasah otak, seperti teka-teki silang," ucap Rocksy.

Meditasi juga cara yang ampuh buat meningkatkan daya ingat. Meditasi dipercaya dapat meningkatkandehidroepiandrosteron. Ini adalah hormon yang penting untuk mengoptimalkan fungsi otak manusia. "Dengan meditasi pikiran menjadi lebih fokus, rileks, dan mudah mengingat," kata Rocksy. (Adi Wikanto)

Demi otak batasi makanan ini

Kompas.com - Pola makan yang buruk bukan hanya menyebabkan kita lebih rentan terkena penyakit kardiovaskular, kulit cepat keriput, tapi juga otak lebih cepat mengalami penurunan fungsi. 

Hal itu dibuktikan di Amerika, di daerah yang disebut sebagai "sabuk stroke" akibat tingginya insiden stroke di daerah tersebut. Ternyata, para penduduk di wilayah sabuk stroke ini juga cukup banyak yang menderita demensia. 

Memang, demensia yang ditandai dengan kepikunan ini, banyak faktor penyebabnya. Tetapi, faktor gaya hidup seperti kurang berolahraga, konsumsi lemak jahat yang tinggi, juga berkontribusi pada gangguan memori. 

Studi teranyar yang membandingkan antara orang sehat dan orang yang menderita gangguan kognitif sedang menemukan, mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh (sampai 25 persen dari makanan mereka) serta banyak mengasup karbohidrat, lebih beresiko menderita demensia.

Tentu kita ingin menikmati masa tua dengan sehat dan nyaman, tanpa dihinggapi penyakit. Untuk itu, mulailah menjaga pola makan dengan menghindari makanan berikut, demi otak yang sehat.

1. Lemak trans

Lemak trans bukan hanya mengubah proses metabolisme dalam tubuh, tapi juga bisa mempercepat proses pengerasan arteri yang berakibat pada penyakit jantung. Pada otak, makanan yang mengandung trans fat akan menyebabkan inflamasi dan berkurangnya suplai oksigen. 

2. Lemak jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh memang lezat, tetapi dalam jangka panjang makanan ini akan menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah dan menyebabkan inflamasi. Bila penyempitan ini terjadi pada pembuluh arteri yang memasuk darah ke otak, bisa terjadi demensia. 

3. Gula tambahan

Makanan dan minuman yang sarat akan gula tambahan akan menyebabkan protein dalam tubuh tidak berfungsi dengan sempurna. Dampak lainnya adalah mempercepat penuaan sistem arteri serta membuat kadar insulin melonjak. Batasi konsumsi gula tak lebih dari 4 gram setiap sajian. 

4. Sirup

Semua jenis sirup, seperti halnya gula tambahan, juga akan menyebabkan disfungsi protein, memicu obesitas, serta sindrom metabolik. Sebagai pengganti, pilih bahan-bahan alami yang dapat memberikan rasa manis. 

5. Karbohidrat sederhana

Ada banyak jenis karbohidrat, tetapi bagi sebagaian besar orang Indonesia, rasanya tak lengkap jika belum mengonsumsi nasi meski sudah melahap pizza atau semangkuk mi. Sebaiknya Anda membatasi asupan karbohidrat sederhana, dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang kaya serat. Selain memberi rasa kenyang lebih lama, makanan ini menjaga kadar gula darah tetap normal.